Postingan

TAMU TERHORMAT (Koran Madura, 12 Agustus 2016)

Gambar
Dua tiga pesawat yang bertolak dari Bandar Udara Ngurah Rai melintas di depan matanya yang terpaku pada bacaan. Di samping itu, ia biarkan degung-degung bertempo dinamis kembali menyihir senyumnya. Menghabiskan pagi dengan berjemur di bawah terik di tepi pantai Pulau Dewata sudah menjadi candu bagi wisatawan mancanegara, tak terkecuali Samantha. Malam ini bersama Ni Ketut Pudji ia bermalam di sebuah bungalow klasik. Dominasi bahan kayunya terkesan tradisional. Teduh dan nyaman disinggahi. Bersanding dengan hening di tempat eksotis ini, Samantha lebih berkonsentrasi menggarap tulisannya yang sudah dikontrak penerbit terkemuka di negerinya, Singapura.

IBU-IBU BLOK MELATI (Republika, 30 Agustus 2015)

Gambar
Penghuni Blok Melati, Perumahan Asri Cendana, katanya istimewa. Blok ini dihuni rata-rata oleh kaum elite berlimpah materi. Di Blok Melati ada kediaman Pak Zayyid, seorang camat. Ada pula kediaman Pak Roekhan yang berprofesi sebagai dokter umum. Pak Ganjar, direktorat hulu di sebuah BUMN. Pak Sauki, direktur salah satu bank konvensional unit cabang. Pak Pupung, seorang perwira tinggi TNI AD dengan pangkat letnan jenderal. Pak Ramelan, seorang komisaris jenderal polisi. Pak Sumlah selaku ketua RT adalah seorang rektor di universitas swasta. Dan, masih banyak pak- pak berstatus sosial hartawan lainnya.

KATARSIS PILU

Gambar
Oleh: Ajun Nimbara Seribu bayang  mulai bias Mengapung di tengah gelegak angkara Dan terdampar begitu saja di daratan yang pilu Tak ada rindang  walau menghela nafas di bawah pohon yg membisu Detak jantungku masih berharap Datangnya suaramu dari balik batuan cadas Meneropong jauh ke palung samudera Tak kulihat permatamu barang seberkas kilat cahaya Tertatih aku melangkah Mengendus bau pundakmu yang tak pernah berganti Dalam dingin yang menari tanpa melodi Tak ada guna menunggu langit membiru Menanti hujan hanya memperpanjang lukaku Mungkin memang harus kukubur wajahmu Bersama bayangmu yang beku Dulu

JANGAN JADI ORANG "MELARAT"

Gambar
Tuhan telah melukiskan jalan kita di lauh mahfudz.  Dia jadikan kita bermacam bentuk dengan berbagai cara (menikmati) hidup. Dia menjadikan kita penuh warna. Ada manusia yang banyak harta, ada pula yang sedikit harta. Dia anugerahkan IQ, SQ, EQ pada kita bermacam-macam kadarnya, namun tetap ia seimbangkan dengan kemahaadilannya. Tuhan menganugerahkan potensi yang amat beragam pada manusia yang Ia ciptakan. Semua sudah terkonsep dengan baik dan rapi tanpa kesalahan sekecil apapun. Dia Maha Perfect!

KEKONYOLAN YANG BERHARGA

Gambar
Life is never flat . Ada naik, ada turun. Ada semangat, ada males. Ada seneng, ada bosen. Ada saat dimana kita harus memeras otak untuk fokus membidik satu target. Ada saat dimana kita harus mengeksplorasi kemampuan logika dan intelektual untuk mencari titik terang suatu permasalahan atau mencapai suatu tujuan. Ada juga saat dimana kita harus mengerahkan fisik semaksimal mungkin. Nah, sejalan dengan itu semua, ada juga saat dimana kita harus bertindak konyol. Semua tentu menuntut kejelasan situasi dan kondisi. Apa yang kita lakukan, selama masih dalam koridor yang sepantasnya, ane yakin everything is gonna be okay . Santai aja gan, hidup ini tidak perlu diseriusi selama 24 jam. Otak dan tubuh kita juga perlu yang namanya refreshing alias penyegaran. Tapi juga bukan berarti kalian harus bermalas-malasan dan gak ada orientasi sama sekali. Jiwanya harus tetap jiwa pejuang.

ELEGI SI TUMBANG KAKI (Antologi "Coretan Inspirasiku")

Gambar
          Dia keluar dari pintu lab medis dengan raut sumringah bersama seorang dokter senior yang menyertai di sampingnya. Ingar bingar wartawan mendesak para bodyguard , merangsek mereka dengan penuh harap dapat menangkap sepotong kajian aktual yang bisa mereka posting di media. Dalam hitungan detik para wartawan berhasil mencegat piawai medis itu.

MENYELAMI SASTRA KLASIK JEPANG LEWAT KUMPULAN CERPEN "LUKISAN NERAKA" KARYA RYUNOSUKE AKUTAGAWA

Gambar
Judul                : Lukisan Neraka Penulis             : Ryunosuke Akutagawa Penerbit           : Kansha Publishing Halaman          : 200 halaman Terbitan           : Mei 2013 Genre               : Sastra Klasik, kumpulan cerpen             Lukisan neraka menceritakan tentang seorang pelukis ternama bernama Yoshihide. Ia seorang pelukis besar yang sering mengabaikan nilai-nilai moral kemanusiaan. Karya lukisannya selalu menjadi kontroversi, beda daripada yang lain. Tingkah laku dan ucapan Yoshihide sering membuat orang marah bahkan benci padanya. Ia selalu memakai pakaian lusuh kemanapun. Ia seolah memiliki gangguan p...