SENJA BERKABUT MERAH DAN LELAKI YANG PERNAH KUCINTAI (Malang Post, 9 April 2017)
Benda ini bergerak lagi. Jantungku berdebar hebat. Kadang memang sakit. Tapi aku tidak pernah mempermasalahkan. Ada yang lebih menjadi beban. Sejak beberapa hari lalu, mimpi-mimpi itu semakin gencar menghujam malamku dengan beribu ketakukan. Aku semakin tidak siap akan hal ini. Aku tidak siap memperkenalkannya dengan dunia yang sepertinya saat ini lebih pantas disebut neraka. Hei, apakah kau bisa merasakannya dari dalam sana. Apakah kau tahu apa yang sedang terjadi di sini, di sekitarku dan di belahan bumi lain. Apakah kau juga merasakan ketakutan saat mimpi buruk tentang dosa-dosa dan tanda kehancuran itu datang padaku setiap malam. Apakah kau tahu apa yang aku rasakan. Apakah kau ikut menangis?